Selasa, 03 November 2015
Bacaan Solat
Senin, 02 November 2015
Tayamum
1. Telah masuk waktu salat
2. Memakai tanah berdebu yang bersih dari najis dan kotoran
3. Memenuhi alasan atau sebab melakukan tayamum
4. Sudah berupaya / berusaha mencari air namun tidak ketemu
5. Tidak haid maupun nifas bagi wanita / perempuan
6. Menghilangkan najis yang yang melekat pada tubuh
1. Membaca basmalah
2. Menghadap ke arah kiblat
3. Membaca doa ketika selesai tayamum
4.- Medulukan kanan dari pada kiri
5. Meniup debu yang ada di telapak tangan
6. Menggodok sela jari setelah menyapu tangan hingga siku
1. Niat Tayamum.
2. Menyapu muka dengan debu atau tanah.
3. Menyapu kedua tangan dengan debu atau tanah hingga ke siku.\
Minggu, 01 November 2015
Wudu
1. Niat.
2. Membasuh muka (wajah).
3. Membasuh dua tangan sampai ke siku.
4. Membasuh sebahagian kepala.
5. Membasuh dua kaki sampai dua mata kaki.
6. Tertib.
Sukses
Jalan kesuksesan itu ditentukan oleh diri kita sendiri, kemauan kemajuan kekuatan serta tekad kuat untuk menuntaskan niat baik menjadi tujuan cita-cita yang diinginkan.
Banyak faktor menyebabkan seseorang menjadi sukses, kesuksesan dibayar dengan kerja keras dan latihan terus menerus, tak ada kesuksesan tanpa perjuangan, tak ada kebahagiaan tanpa pengorbanan dan airmata, kesuksesan diraih dengan tekun, doa, ilmu, dan kerja tuntas.
Di sebalik kita memiliki keinginan untuk sukses ada sebab yang menyebabkan kesuksesannya tersebut, bisa dimulai dari kepahitan hidup, motivasi diri yang paling tinggi, kesendirian, wanita, kritikan tajam yang menyakitkan, kemiskinan, zona keluar dari kesulitan, dan lain-lain.
Sukses itu berhasil, bila menekuni profesi maka profesinya itu meraih keingingan yang dikehendaki, keberhasilan itu sesuai target awal terpenuhi bahkan melampaui properti yang dimau, apapun kehendak untuk maju adalah keberhasilan itu yang tercapai. Allahu a'lam.
Sabtu, 31 Oktober 2015
Blog
Keinginanku mengajak teman-temanku membuat blog yang tersedia di internet, mengajaknya untuk maju dan mengenal alamat di internet, agar apa yang terinspirasikan dan tercurahkan dituangkan di tulisan blog nya tersendiri. Karena kemajuan teknologi telah memaksakan kita untuk mempelajari keunikan serta kecanggihan teknologinya.
Kemauan mengenal internet harus ditunjang kemampuan mengenal karekteristik pembuatan blog kita sendiri, karena kita bisa berkonstribusi mengisi penulisan ilmiah maupun non ilmiah di blog kita sendiri tersebut, kuncinya mau membuat blog sendiri, dan kemauan untuk mengisinya dengan sekreatif mungkin, seindah mungkin dan sebagus yang kita inginkan tersendiri.
Kemajuan teknologi hendaknya memotivasi kita untuk berpartisipasi di dalamnya, dimana kita bisa memanfaatkan hobi, kecanggihan, dan tuntutan zaman digital, serta memotivasi bertambahnya ilmu dan pengetahuan.
Guru memanfaatkan media blog adalah sebuah kemajuan tahapan berpikir untuk kemajuan nusa dan bangsa, anak-anak masa depan harapan bangsa.
Ayo kita buat blog untuk memacu kemajuan keilmuan kita, dimana ide-ide yang kreatif akan terlahir bila kita membangunnya dengan semangat ilmu dan pengetahuan, semoga...
Jumat, 16 Oktober 2015
Kagum
Kagum itu ada kala hati ada kala pula bakti, kekaguman itu sesuatu yang menginspirasi perjalanan aktivitasnya sendiri, tanpa atau dengan disadari kekaguman itu menunjukkan buktinya tersendiri.
Pahami matahari terbit, pahami pula kebenaran hati terbukti, di dunia ini tidak ada yang bakal menyangsikan bahwa hati adalah zat yang tidak akan pernah berbohong, yang sering berbohong itu mulut dan ucapan, yang sering memperkeruh itu pikiran, yang bermain logika kebenaran itu akal-pikiran, yang sering atau cepat bersedih itu perasaan, semuanya hati lah yang menanggungnya, hati lah yang terkena akibat konsekuensinya. Kebenaran hati adalah terhubung dengan Ilahi, bila hati sudah gelap tercemar kontaminasi kebohongan, maka mulut, ucapan, pikiran, akal pikiran, serta perasaannya akan membela kebohongannya tersebut? atau mengaku jujur dan memohonkan maaf atas kebohongannya itu? hanya hati itu sendiri yang mengetahuinya, seberapa hebat kualitas hati seseorang, diukur seberapa jujur dia istiqamah terhadap kebenaran hatinya sendiri.
Renungan untuk kebenaran hati, jujur itu kadang pandai, kadang senang, kadang cerdas, tetapi tiga perempatnya adalah pahit, setelah tahu kebenarannya itu, ia ibarat menelan empedu pecah yang mengalir deras di tenggorokannya tanpa batas penghalang, mungkin pahitnya lebih pahit daripada bratawali, tapi mungkin setelahnya akan menguatkan jiwa dan mental karena tertempa oleh kepahitan hidup yang dialaminya sendiri.
Manusia mana yang tidak ingin bahagia? manusia menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat dengan aktivitas religiusnya adalah beribadah kepada-Nya, karena tak ada kebahagiaan tanpa ibadah terhadap-Nya. Tujuan kebahagiaan dunianya, juga tujuan kebahagiaan akhiratnya, itulah tujuan manusia, selain mengenal tuhannya ia juga mengenal manusia dan alam sekitarnya.
Kekaguman itu hanyalah portal hati dan portal ilmu, yang mana sumbu penyambungnya adalah inspirasi pemerhati untuk mengesankan kesan-kesan jiwa dan hati ke suatu tulisan atau catatan yang tersurat, tujuannya untuk mudah diingat dan dihafal sebab peristiwa pemahaman itu termakbulkan.
Apatah ada hasil pemikiran ini? ya ada, tapi sumbu penyambungnya tetap jiwa yang terkagumkannya itu, karena tanpa itu hasil pemikiran itu akan layu dan kering, tetapi tidak, jika hati itu pun terlibat di dalamnya, karena hati manusia yang jujur akan mudah membenarkannya jika memang benar menurut hati manusia yang bersih dan tulus. begitu pun hati manusia akan menampiknya jika terbukti telah terkontaminasi oleh kebohongan atau kedustaan-kedustaannya, jikalau benar berdusta, maka hati akan merasa kecewa berat, jikalah prasangka, maka pembuktianlah yang menjadi destinasi akhirnya.
Bergabungnya para hati manusia yang baik adalah bagian inti dari akar kekaguman manusia selama ini, karena kualitas inti yang terbaik ada di bagian penggabungan ini, bukan kebenaran hati yang digabungkan, sebab jika benar maka poligami akan disetujui oleh inti ini, namun yang dimaksud adalah penggabungan ilmu, karena ilmu intinya digabungkan, maka kecepatan otak berpikirnya yang melesat. Kebenaran hatinya tetap terjaga dan tetap terasah kehatinuraniannya.
Aneh, itulah yang terlintas dalam benak hati manusia? ko bisa, ko dapat berpikir secepat dan semelesat itu? aneh bin ajaib, sampai habis berpikir tak ada kata-kata untuk dituangkan lagi, akhirnya ikuti alurnya, bergabung dengan kekagumannya itu, hingga akhirnya terbukalah pintu portal itu bahwa untuk memahaminya hanya cukup tahu bahwa kekurangan kelebihannya ada di keduanya, hingga cukup adil untuk mengetahuinya serta untuk memahaminya kembali.
Kamis, 15 Oktober 2015
Kesan
Ingin kulukiskan suatu keindahan kesan yang mana di dalamnya terdapat hati yang penuh perhatian, di dalamnya ada hati hati terdalam yang menyemangati dan menyembuhkan kelukaannya, di dalamnya adalah perhatian, persahabatan, persaudaraan, penyembuhan.
Duhai hati, engkau laksana rukh yang apabila saling mengenal maka akan saling bersahabat, dan bila tidak saling mengenal, maka akan saling bermusuhan. Itulah kenapa, hati itu ibaratkan rukh, mengenali satu sama lain, atau bermusuhan satu sama lain. Tiada pilihan untuk saling bermusuhan, karena kesan keindahan saling memberi saling menerima saling menasihati saling melengkapi, hakikat manusia adalah menghargai dan menghormati maka kebahagiaan jiwa akan datang menghampirinya.
Sungguh perhatian itu ibarat obat, kadang manis, kadang pahit, tapi sampainya itu menuju ke hati, damai dan membahagiakan jiwa.
Ingin kusampaikan terima kasih atas perhatian yang telah tersampaikan, karena damainya telah menyejukkan hati, seolah kesedihan atau penderitaan lenyap seketika, itulah saktinya suatu perhatian, kesannya telah mampu menembus jiwa, kalimat-kalimatnya menjadi pengobat duka yang lara, dan kesadarannya mengingatkan untuk bertambah baik dari sebelumnya, itulah harapan yang baik untuk sesuatu yang terbaik.
Kesan hati adalah baik, untuk jenis wanita diibaratkan sesuatu yang cantik, untuk jenis laki-laki diibaratkan laki-laki yang baik hati. Karena kecantikan atau kebaikan berasal dari hati yang terbit sumber muasalnya kebaikan dan kecantikan, kebaikan bersifat rohani sementara kecantikan bersifat alami, di antara keduanya akan memunculkan kerendahan hati atau keangkara-murkaan hati pula, mana yang lebih dominan? kebaikannya atau malah kesombongannya? Itulah jiwa manusia bersifat bolak-balik.
Jika mendapat pujian malah menjadi tinggi hati, alamat nerakalah tempat tinggalnya kelak, bila mendapat pujian ia merendahkan hati, alamat surgalah tempat tinggalnya kelak, itulah hukum tuhan, karena kesombongan adalah selendang-Nya, maka tak sepantasnya manusia menginginkan yang bukan menjadi hak nya.
Seperti ilmu padi semakin berisi semakin menunduk, seperti hati hati yang terberkati, semakin hadir semakin dicintai dan semakin dihormati serta semakin dihargai. allahu a'lam.


